:: Info Kegiatan

SD MUHAMMADIYAH 1 JEMBER MENGADAKAN PARENTING


Ahad, 22 Januari 2017, SD Muhammadiyah 1 Jember mengadakan Parenting. Parenting yang di selenggarakan di gedung Ahmad Zaenuri itu menghadirkan pembicara Ustadz Moch. Khudzil Hokmat, S.Pdi., C.Ht. parenting ini mengambil tema MENDIDIK ANAK SECARA ISLAMI DI ERA IT. Acara ini dihadiri oleh semua wali murid dari kelas 1 sampai kelas 6 yang berjumlah 706. Hadir dalam acara itu ketua PCM Sumbersari dan ketua komite sekolah.

Wali murid sangat antusias dalam mengikuti parenting. Kami sengaja mengadakan parenting, agar terjadi persamaan persepsi antara orang tua dan sekolah dalam mendidik anak-anak. Apa lagi pada era global sekarang ini, perkembangan IT sangat berpengaruh terhadap anak-anak.

Orang tua sering membiarkan anak, jika anak sedang bermain HP. Padahal postingan di HP didominasi oleh budaya non Islam, hal ini sangat berpengaruh kepada perkambangan anak. Gambar-gambar yang seharusnya tidak dilihat anak, terpampang bebas di sana. Aplikasi game juga sering tidak mendidik. Karena itu, orang tua harus mengawasi anak ketika dia sedang bermain HP.

Dilema memang, jika anak dilarang bermain HP, dia akan menjadi gaptek. Jika dibiarkan orang tua sulit mengontrol. Anak memang betuh refresing dan mengikuti perkembangan informasi untuk menambah penetahuannya. Namun, sekali lagi orang tua harus selalu waspada.
[07:33, 1/24/2017] Sdm Bu Danik: Pendidikan Islami menurut nara sumber dikelompokkan menjadi:
1. usia 0-4 tahun,
2. usia 4-10 tahun,
3. Usia 10-14 tahun,
4 usia 14-18 tahun.

Mari kita perbaiki cara mendidik anak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenar-benarnya, dengan cara:
1. menjadikan mereka merasa penting dan berguna,
2. sering berkomukasi dengan anak untuk menyampaika perasaan Anda,
3. biasakan menjelaskan masalah dengan bersumber dari ajaran Islam.

Mari kita merenungkan, bahwa kata-kata akan mempengaruhi pikiran dan perasaan. Selanjutnya hal itu akan berpengaruj kepada keputusan dan perbuatan. Pada akhirnya perbuatan akan menentukan nasib dan nasib itulah hidup mereka. (Danik Prastiyani, S.Pd.)